Bercinta Dengan Bodyguard Part 1


Kuperhatikan dari balik kaca mobil, seorang wanita cantik berambut panjang bergelombang, memakai kacamata hitam dan bertopi lebar untuk menahan teriknya sinar matahari.  Rok minina yang berwarna hitam cukup memperlihatkan paha bawahnya yang putih dengan betis yang jenjang.  Sangat menawan.  Baju atasnya kaos warna putih dengan potongan dada lurus memperlihatkan sedikit lekuk kecil belahan dadanya dengan kain renda dibagian pundaknya.  Wajah cantiknya tertutup kacamata hitam yang membuatnya tampak keren.  Bibir merahnya yang sensual terlihat merapat, mungkin lelah karena habis rapat di kantor itu atau karena panasnya terik matahari.

Seorang pria berkacamata hitam, tak kalah gagahnya berjalan tidak jauh di belakangnya.  Memakai blazer tapi tidak menutupi kekekaran bahunya.  Sedikit lebih tinggi dari wanita cantik yang berjalan di depannya.  Pria itu menoleh ke kiri dan ke kanan seakan-akan ingin memeriksa hal-hal yang mencurigakan yang akan mengganggu jalannya wanita cantik itu.  Melihat tampangnya, mungkin orang akan takut.

Mereka berdua menuju kemari, ke arah mobil dimana aku duduk di belakang kemudinya.  Iya aku seorang supir.  Wanita cantik itu adalah majikanku.  Namanya Elena, tidak perlu aku sebutkan nama belakangnya.  Mungkin kalian bisa cari nama lengkapnya di internet, karena dia seorang artis terkenal.   Wajah cantiknya banyak menghiasi majalah atau berita-berita infotainment.  Nah orang yang dibelakangnya itu adalah bodyguardnya.  Sangat lincah dan sangat waspada.  Karena memang, Elena banyak penggemarnya, bahkan penggemar fanatik yang kadang terlalu berlebihan, sehingga bisa melakukan sesuatu yang ekstrim demi menemui Elena, mungkin memeluknya, menciumnya atau bahkan hal yang lebih parah.

Siapa yang tidak akan terpesona oleh  Elena.  Wajah orientalnya yang cantik, berambut panjang.  Ditambah tubuhnya yang sintal.  Ukuran payudaranya cukup menantang.  Aku tidak tahu berapa ukurannya.  Pinggul yang bak gitar Spanyol.  Semua dibungkus dengan kulit yang putih mulus.  Aku pun terpesona olehnya sejak melihatnya pertama kali.  Namun siapalah aku?  Aku seorang supirnya.  Paling tidak mungkin itulah pekerjaanku sekarang.

Kenapa demikian?  Karena tidak banyak yang bisa aku ceritakan pada kalian tentang aku.  Karena aku sendiripun tidak tahu tentang diriku.  Semua tentang aku, yang aku ingat adalah satu minggu belakangan ini, ketika pertama kali aku menginjakkan kaki di rumah Elena yang waktu itu banyak orang datang.  Yang kemudian baru aku tahu itu adalah hari ketika suami Elena meninggal dunia.  Aku pun tidak tahu kenapa aku bisa ke rumah Elena.  Tak lama setelah aku melihat wajah Elena yang begitu cantik walaupun terlihat sedang berduka, aku pun jatuh pingsan.  Sejak hari itu, sejak hari itu yang bisa kuingat sampai detik ini.  Melihat aku tanpa identitas apapun. Aku juga bingung apa yang terjadi padaku.  Untung Nyonya Elena begitu baik mau menerimaku dan mempekerjakan aku sebagai supir.  Mungkin aku dulu seorang supir karena ternyata aku bisa mengemudi mobil sedan bmw  ini cukup mahir dan lincah.  Tapi aku tidak yakin juga.

“Bud, ayo kita pulang,” Elena berkata padaku begitu dia masuk ke dalam mobil yang ber-AC ini.

Bodyguardnya, Mas Bambang duduk di depan, di sebelahku.  Tetap memakai kacamata hitamnya.

“Baik Nyonya,” jawabku kemudian sambil menginjak pedal gas.

Iya aku dipanggil Budi.  Dan aku yakin itu bukan namaku.   Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku tidak ingat apapun tentang aku sebelum satu minggu kemaren. Ya, aku amnesia. (Bersambung ke Bercinta Dengan Bodyguard Part 2)

POKER ONLINE UANG ASLI, DOMINOQQ, BANDARQ INDONESIA, CAPSA SUSUN ONLINE, BANDAR SAKONG
Next
Previous