Threesome Dengan Suster Cantik Part 1



Perkenalkan sebelumnya namaku Boy. Kejadian ini terjadi pada tahun 2011 silam. Waktu itu usiaku baru 23 tahun. Menjelang semester akhir, aku harus mengikuti program KKN di salah satu desa yang cukup pelosok. Program ini dibuat untuk membantu masyarakat di pedesaan. Untuk sampai di desa tersebut aku harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari kostan. Ketika brifing keberangkatan aku berkenalan dengan salah seorang wanita berwajah cantik, namanya Rika. Wanita dengan tinggi badan 160cm dan berat 55kg. Toketnya padat berisi, kulit tubuhnya putih dengan rambut panjang terurai. Aku membayangkan bakal 1 rumah dengan wanita cantik ini selama 1 bulan.

Waktu keberangkatan pun tiba aku dan Rika berboncengan menggunakan motor. Kulajukan motorku perlahan menuju lokasi sambil berbincang dengan Rika. Setelah hampir 2 jam perjalanan, tiba-tiba motor yang kukendarai bersama Rika bertabrakan dengan sepeda motor lainnya dari arah yang berbeda. Akupun tak sadarkan diri. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 5 sore dan saat itu kondisi hujan deras.

Ketika aku tersadar aku sudah berada di ruang UGD di salah satu rumah sakit terdekat. Sebelahku ada Rika yang sedang terkulai lemas. Setelah pemeriksaan, aku dan Rika di pindahkan ke ruangan rawat inap yang berkapasitas 2 orang. Akupun satu kamar dengan Rika. Sekitar pukul 8 malam Rika akhirnya tersadar. Aku meminta maaf pada Rika atas kejadian tersebut. Rika pun cuma tersenyum manis. Aku dan Rika kebetulan orang perantauan jadi kami tidak ada keluarga yang menjaga. Waktu itu ada seorang dokter yang menjamin kami sehingga kami di rawat terlebih dahulu karena melihat jas almamater kami.

Aku dan Rika berbincang sesekali bercanda untuk sekedar menghibur dan menghilangkan rasa sakit. Sekitar pukul 9 malam. Ada visit dokter yang datang ke kamar kami dan memeriksa kami berdua.

"Syukurlah Kalian tidak apa-apa, cuma mas nya ada luka sedikit dalam di bagian paha. Baju kalian pada basah biar nanti diganti sama suster jaga." kata dokter.

Dokter pun lalu meninggalkan kami berdua dan tinggal suster jaga yang menunggu. Suster Erna namanya. Usianya mungkin seumuran kami saat itu, muda, cantik, dengan rambut bondol ala suster. Paha nya terlihat putih dengan rok suster pendek.

"Maaf mas Boy, bajunya saya ganti ya…diganti sama baju rumah sakit. Celananya juga saya gunting ya biar ga kena lukanya"

"Sayang donk sus, padahal ini celana baru lho..hehehhe"

"Mau gimana lagi mas, kalo dilepas nanti kena bagian lukanya."

"Ya udah digunting aja gakpapa deh sus."

"Maaf mbak Rika kordennya saya tutup dulu ya soalnya mas Boy mau ganti baju dulu"

"Ga ditutup juga gapapa kog sus…biar saya bisa liat. Hahahaha…" jawab suster Rika

"Ga ditutup juga gakpapa kog…tapi tar gantian ya saat kamu ganti baju juga jangan di tutup ya…" cetusku

"Ga lah enak aja…"

Suster pun menggunting celana jeans yang aku pakai. Baju dan celana dalamku pun dibukanya sehingga aku jadi telanjang. Rika tertawa terbahak-bahak saat melihatku dalam keadaan telanjang.

"Hahahha…tuh penis apa cabe rawit kog mengkerut…hahahaha…" ejek Rika

"Ngeledek kamu ya…kamu belum tahu sih kalo pas lagi nganceng bisa-bisa kamu penasaran pengen mengicipinya…hahahaa…"

"Mana mungkin bisa gede sih…hahahaha…" ejek Rika lagi

"kordennya tutup aja sus…rese banget tuh Rika."

Suster Erna lalu menutup gorden. Dia mulai membersihkan sisa luka di bagian pahaku. Dan membersihkan seluruh badanku dengan lap bersih. Entah disengaja ato tidak sesekali suster Erna menyenggol penisku.

"Aduh sus pelan-pelan donk…bisa-bisa nih penis bangun."

"Tenang mas saya udah biasa liat penis cowok dari anak kecil sampe kakek2..hehhehe…"

Suster pun mengganti pakaianku dengan pakaian rumah sakit. Tanpa memakai kaos dalam dan celana dalam. Berasa penisku bergelantungan di dalam celana. Kemudian suster Erna mengganti pakaian Rika. Setelah selesai suster Erna pun meninggalkan kami. Akupun kembali membuka korden pembatas.

"Hy Rika, kamu dah tidur ya?"

"Belum kenapa?"

"Gak apa-apa..oya pasti kamu ga pake bra sama celana dalem ya? Hahahha"

"Iya… kamu juga ga pake kan, tur kelihatan penis kamu bergelantungan hahahaa…"

"Nakal banget sih kamu maenannya penis mulu..hahahah…coba liat dunk toket kamu. Curang ih tadi kordennya di tutup."

"Ga ah tar ada suster masuk gimana?"

Tak lama kemudian tiba-tiba suster Erna kembali masuk kamar.

"Lho kalian belum pada tidur… Cepet tidur biar kalian cepet sembuh. Mungkin besok siang orangtua kalian sampai kesini."

"Iya nih sus, si Boy nakal katanya pengen liat toket saya."

Tanpa minta izin, tiba-tiba suster Erna membuka celanaku dan mendapatkan penisku yang sudah tegang.

"Pantes aja nakal la wong penisnya udah tegang gini kog.hahahah…" kata Rika

"Ih suster apaan sih kan jadi malu diliat Rika"

Akupun terlanjur nafsu karena penisku di pegang dan diremas sama suster Erna

"Yeah sus…aku jadi nafsu gini…aku mau ke toilet dulu ya…"

"Eh mau ngapain kalo ga penting jangan turun dari kasur…"

"Bentar aja kog sus paling 5 menit…."

"Ga boleh, pasti kamu mau coli ya??? udah kamu diam aja di kasur…"

Tega bener nih suster mau ngocok bentar doank ga boleh..

Kemudian.... (bersambung ke Threesome Dengan Suster Cantik Part 2)

POKER ONLINE UANG ASLI, DOMINOQQ, BANDARQ INDONESIA, CAPSA SUSUN ONLINE, BANDAR SAKONG
Next
First